Minggu, 19 Mei 2013

Menyadari (ada pantunnya)

Jalan-jalan ke rumah Pak Er
Jangan lupa membawa pepaya
Tuhan, saya sering malas buat PR
Kiranya Engkau mengetuk pintu hati saya



Pada hari-hari libur orang tua saya sering menyuruh saya untuk bantu-bantu, tetapi kadang-kadang saya hanya sms-an dan tidak mau bantu-bantu..

Pada suatu hari, hp saya rusak dan sayapun menyadari bahwa saya terkadang malas untuk membantu orangtua. Dan Tuhanpun menegur saya dengan cara tersebut.

Memaafkan

Rasa dendam dan rasa sakit pernah dirasakan oleh setiap orang ketika sedang dalam masalah atau musibah. Sama dengan saya ketika berada di sekolah, antara saya dan teman-teman. Saat itu di antara kita terjadi pertengkaran yang cukup keras di kelas.

Namun kita harus memaafkan sesama umat manusia. Dan rasa dendampun hilang.

Pantun

Malam ini main kembang api
Kembang api suaranya kretek kretek
Ampuni hambaMu yang dusta ini
HambaMu yang terus sukanya menyontek

Pantun

Jalan-jalan makan tahu tek

Tahu tek enak rasanya

Janganlah suka menyontek

Menyontek itu dosa

Berbohong Kepada Mama

Pada suatu hari saya berbohong kepada Mama saya. Saya bilangnya mau pergi ke rumah teman buat tugas, tapi saya malah pergi jalan-jalan.

Pada saat jalan-jalan saya bertemu teman Mama saya. Dan dia menanyakan, "Sama siapa ke sini? Di mana mama?" Saya bilang, "Mama di rumah. Aku sama teman ke sini, Tante." Akhirnya saya dan teman-teman pergi pergi meninggalkan teman Mama saya.

Hingga dua hari setelah saya jalan-jalan, Mama saya bertemu temannya, dan temannya bilang, "Hai, dua hari lalu aku ketemu anakmu. Dia jalan-jalan bersama temannya." Setelah itu Mama saya pulang. Dan sesampainya Mama saya di rumah, saya ditanyai oleh Mama saya, "Dua hari yang lalu kamu pergi ngerjain tugas atau jalan-jalan?" Saya bingung mau berbohong atau jujur. Dan sayapun bilang, "Saya membuat tugas."

Akhirnya saya berbohong.

Kekuatan dan Keberanian

Dosaku bagaikan air yang mengalir
Tak bisa berhenti dan tak bisa dipegang
tetapi dapat dirasakan
Sama seperti Tuhan juga merasakan
apa yang telah aku perbuat dengan
melanggar perintah dan hukum-hukumNya
Aku mengaku banyak dosa yang telah aku perbuat
Dosa yang kulakukan secara langsung dan tak langsung
Aku sering sekali membantah perintah orang tua, terutama Mamaku
Aku ingin sekali meminta maaf kepada orangtuaku
tetapi aku tidak memiliki keberanian sedikitpun
bagaikan anak domba yang takut dimangsa oleh serigala lapar
andaikan saja Tuhan memberikan aku keberanian
pasti akan kulakukan
Tuhan, aku tidak tahu apa yang telah aku lakukan
tetapi tolong, Tuhan, berikan aku kekuatan dan keberanian
untuk mengakui kesalahan apa yang telah aku perbuat
selama ini
Jikalau Tuhan berkehendak, pasti akan kulakukan
dengan segenap hatiku

(Tetap teguh, tetap teguh
No turning back, no turning back)

Janji

Pagi itu saya bersama teman berangkat ke sekolah naik motor. Yang dipakai adalah motor saya. Saya berangkat bersama 2 orang teman/sahabat saya.

Mama saya tidak mengijinkan berangkat ke sekolah naik motor gonceng 3, tapi saya tetap melanggar itu. Ya, saya bilang sama Mama kalo saya tidak gonceng 3 lagi, tapi saya melanggar lagi, karna saya harus setia kawan. Tapi, saya berjanji tidak gonceng 3 lagi ke sekolah.

Mama saya udah gak ngijinin naik motor ke sekolah gonceng 3; kalo berdua gak apa-apa. Soalnya Mama saya takut terjadi apa-apa di jalan.

Dihukum Di Kelas

Pada suatu hari saya bersekolah seperti biasa. Saya sekolah pagi. Di sekolah bertemu teman seperti biasa, ngobrol sampai belpun berbunyi dan saya masuk ke kelas.Mendengarkan pelajaran yang diberikan oleh guru.

Bel istirahat berbunyi, saya pergi ke kantin dan makan. Bel masuk berbunyi, dan saya masuk ke kelas. Saat guru masuk, saya bercanda sama teman-teman, dan saya ditegur guru. Lalu dihukum.

Tanda istirahat berikutnya berbunyi. Saya dan teman-teman belum boleh istirahat, karena masih mengerjakan  tugas hukuman.

Bel pulangpun berbunyi. Saya meminta maaf kepada guru dan teman-teman, karena saya bercanda saat belajar.

Ujian Sekolah

Minggu yang lalu aku baru saja menghadapi ujian sekolah. Pada hari itu adalah ujian mata pelajaran Bahasa Bali. Aku paling frustrasi jika sudah berhadapan dengan mata pelajaran tersebut, karena aku bukan asli dari Bali. Jangankan menjawab soal mengartikan, arti dari soal itupun aku tak tahu.

Karena tidak ada pilihan lain, akhirnya kuputuskan untuk menyontek kepada temankuyang pintar berbahasa Bali. Namun, karena temanku itu ada di ruangan sebelah, aku menyontek melalui sms.

Keberuntungan rupanya tak berpihak kepadaku. Ponselku baterenya habis. Kumencari jalan keluar yang lain. Bagaimana jika aku meminjam ponsel temanku saja?

"Adi, aku pinjam ponselmu ya?" tanyaku dengan wajah memelas.

"Buat apa?"

"Ponselku mati. Sebentar lagi ada ulangan basa Bali. aku mau menyontek ke Rosida. Boleh, ya?"

"Boleh. Tapi kamu nyontekin aku juga ya."

"Ok."

Bel masuk pun berdering, pertanda bahwa ujian Bahasa Bali akan dimulai. Pengawas ujian kali ini ternyata guru yang menurutku killer. Tapi kutenangkan diriku sendiri.

Ponsel Adi sudah ada di tangan. Akupun mulai mengirimkan sms ke Rosida untuk meminta jawaban. Namun tanpa sengaja aplikasi radio di ponsel temanku tersebut menyala. Aku panik setengah mati. Teman sekelas memandangku dengan tatapan aneh. Guru pengawaspun begitu. Namun cepat-cepat kumatikan ponsel itu. Dan mengerjakan soal.

Mulai saat itu aku takut menyontek lagi.

----------------------------------------
Catatan: nama-nama yang dicantumkan di sini dan di entry yang lain tidak selalu nama asli. -- Editor.